Universitas Gadjah Mada Kanal Pengetahuan Farmasi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Contact
  • Home
  • Berita Farmasi

Peran Strategis Apoteker dalam Spontaneous Reporting Adverse Drug Reactions: Kontribusi Riset bagi Pencapaian SDGs

  • Berita Farmasi
  • 22 December 2025, 13.32
  • By : Admin

Penulis: Fivy Kurniawati, Arief Rahman Hakim, Marlyn Dian Laksitorini, Fira Natalin Omega
Difa, Lintang Cachya Kurniasih, Arsenda Septiana, Azizah Hasna Nisrina.

     Obat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan pemulihan penyakit. Namun, penggunaannya tidak terlepas dari risiko terjadinya Adverse Drug Reaction (ADR) atau efek samping obat yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien, memperpanjang masa perawatan, bahkan meningkatkan beban biaya kesehatan. Oleh sebab itu, apoteker sebagai tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus di bidang obat dan secara rutin berinteraksi dengan pasien menempati posisi yang strategis dalam upaya deteksi dan pelaporan ADRs. Peran strategis ini bergantung pada tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) apoteker terkait farmakovigilans. Pemahaman dan kesadaran apoteker terhadap hal tersebut dapat mendukung peningkatan keamanan obat yang dikonsumsi oleh pasien. Berdasarkan fenomena ini, riset yang mengkaji aspek KAP dalam deteksi dan pelaporan ADRs menjadi penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam mengetahui sejauh mana kesiapan apoteker dalam menjalankan tanggung jawab profesionalnya. Selain itu, hasil riset juga dapat mengungkap kendala atau hambatan yang dihadapi apoteker dalam proses deteksi dan pelaporan ADRs. Hal ini dapat menjadi dasar perumusan program pelatihan bagi apoteker sehingga dapat meningkatkan sistem farmakovigilans di Indonesia.

      Riset telah dilakukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan dua ratus apoteker yang bekerja di berbagai sektor, meliputi rumah sakit, apotek, klinik, industri, dan puskesmas. Pengukuran aspek KAP terhadap deteksi pelaporan ADRs dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Forms. Pengumpulan data dilakukan secara luring dengan mengunjungi tempat praktik apoteker dan secara daring melalui pesan grup WhatsApp dengan bantuan beberapa pihak, seperti ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY masing-masing kabupaten/kota serta pihak lain yang memiliki jejaring relasi apoteker. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kefarmasian serta pengembangan sistem pelaporan ADRs yang lebih sederhana dan terintegrasi.

        Hasil riset ini juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya, poin 3, yaitu Good Health and Well-Being. Sebagaimana telah dipahami secara luas, keamanan penggunaan obat merupakan salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan yang berkualitas. Dengan adanya sistem farmakovigilans melalui deteksi dan pelaporan ADRs yang efektif, risiko penggunaan obat dapat diminimalkan, kejadian efek samping serius dapat dicegah, dan kualitas terapi pasien dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan poin 3 SDGs ini, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, riset ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs poin 17, yakni Partnership for the Goals yang menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi lintas sektor. Sistem farmakovigilans tidak berjalan optimal tanpa keterlibatan dari pihak lain, mulai dari apoteker, tenaga kesehatan lain, serta regulator seperti otoritas pengawas obat. Hal ini menunjukan bahwa riset ini tidak hanya mendukung peningkatan keamanan obat, tetapi juga berperan penting dalam mencapai tujuan kesehatan yang berkelanjutan melalui kemitraan yang kuat dan terkoordinasi. Dengan demikian, riset tentang pengetahuan, sikap, dan praktik apoteker dalam deteksi serta pelaporan ADRs tidak hanya bernilai sebagai luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.

 

Referensi

BPOM, 2020. Modul Farmakovigilans Dasar: Project For Ensuring Drug and Food Safety. Japan International Cooperation Agency.

Karyadi, A.A. and Puspitasari, I.M., 2021. Adverse Drug Events Penggunaan Valproat pada Penelitian Klinis. Farmaka.

Mattour, F., Najjar, S., Mimi, Y., Falna, H., Sultan, H. and Daoud, M., 2025. Call for action: Adverse drug events and level of harm in hospitalized pediatric patients in Palestine: A retrospective cohort study. Journal of Pediatric Nursing.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Hubungan Interaksi Obat-obat Anticlotting dengan Kejadian Perdarahan pada Pasien Geriatri_Studi dengan Database Medical Drug Platform

3 Minutes Presentation3MP Prodi Magister Farmasi Klinik. Friday, 3 July 2026

Pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular sering mendapatkan antikoagulan, antiplatelet, ataupun trombolitik.

Cost Effectiveness Analysis of Platinum dan Non platinum Based Chemot

3 Minutes Presentation3MP Prodi Magister Farmasi Klinik.Kemoprevensi dan Antikanker Saturday, 20 June 2026

Triple-negative breast cancer (TNBC) memiliki pilihan kemoterapi terbatas akibat ketiadaan reseptor esterogen, progesteron, dan HER2.

Kaempferia parviflora yang banyak manfaat

Obat Alami untuk IndonesiaPusat Informasi Obat dan Farmakologi Thursday, 23 April 2026

Oleh
Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Mahasiswa Program Doktor Fakultas Farmasi UGM

 

    Kaempferia parviflora Wall.

Kencur : Warisan Indonesia untuk Kesehatan

Obat Alami untuk Indonesia Friday, 17 April 2026

Oleh
apt., Pramudita Riwanti, M.Farm
Mahasiswa Program Doktorat, Fakultas Farmasi UGM

      Kencur (Kaempferia galanga) yang masuk ke dalam family Zingiberacae sering digunakan sebagai bumbu dapur atau untuk membuat jamu tradisional seperti beras kencur.

Terkini

  • Hubungan Interaksi Obat-obat Anticlotting dengan Kejadian Perdarahan pada Pasien Geriatri_Studi dengan Database Medical Drug Platform
  • Cost Effectiveness Analysis of Platinum dan Non platinum Based Chemot
  • Kaempferia parviflora yang banyak manfaat
  • Kencur : Warisan Indonesia untuk Kesehatan
  • Kulit Cerah Tanpa Skincare Mahal ? Coba Manfaat Rosella di Rumah!”
Universitas Gadjah Mada

Kanal Pengetahuan

Fakultas Farmasi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Utara, Yogyakarta 55281

email: kpf.farmasi@ugm.ac.id

© Kanal Pengetahuan Farmasi - Universitas Gajah Mada