Oleh
apt., Pramudita Riwanti, M.Farm
Mahasiswa Program Doktorat, Fakultas Farmasi UGM
Kencur (Kaempferia galanga) yang masuk ke dalam family Zingiberacae sering digunakan sebagai bumbu dapur atau untuk membuat jamu tradisional seperti beras kencur. Jamu beras kencur merupakan jamu gendong dengan bahan utamanya dari beras dan juga kencur yang diyakini dapat meningkatkan nafsu makan, khususnya pada anak-anak. Sebagai bumbu dapur, kencur dapat digunakan sebagai bahan penyedap rasa dalam membuat makanan tradisional Indonesia seperti pecel, gado-gado dan karedok (Silalahi, 2019). Tanaman ini memiliki aroma yang khas sehingga dapat menambah cita rasa dari makanan. Tanaman kencur merupakan herbal yang mudah diakses dan ditemukan, dapat tumbuh di pekarangan, kebun dan bahkan hanya di pot-pot kecil.

Source : TIMES Ponorogo
Namun siapa sangka bahwa bumbu dapur satu ini juga memiliki banyak manfaat dibidang kesehatan. Sejumlah penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa kencur memiliki senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Terdapat 97 senyawa yang dapat dikategorikan ke dalam golongan fenolik, terpenoid, siklik dipeptide, flavonoid, diarylheptanoid, asam lemak, ester dan polisakarida(Wahyu Jatmiko & Aisyah, n.d.). Dalam pengobatan tradisional , kencur digunakan untuk mengobati sakit gigi, asma, gangguan saluran pencernaan, demam, ramuan untuk meningkatkan stamina serta digunakan sebagai minuman pasca ibu melahirkan.
Selain itu juga digunakan sebagai bahan penyedap rasa dalam membuat makanan tradisional Indonesia seperti pecel, gado-gado dan karedok (Silalahi, 2019). Seiring berjalannya waktu, dalam tanaman kencur ditemukan adanya beberapa senyawa aktif seperti ethyl,p-methoxycinnamate (EPMS), kaempferol, cineol, borneol dan cinnamaldehyde. Studi farmakologis juga menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki beberapa aktivitas seperti antioksidan, antimikroba, antiinflamasi dan juga analgesik (pereda nyeri) serta sebagai anti inflamasi (peradangan) (Wang et al., 2025). Temuan ini tentunya menjadikan kencur menjadi salah satu kandidat untuk dapat dikembangkan menjadi obat herbal modern.
Manfaat kencur :
1. Anti inflamasi (peradangan)
Radang sering menjadi berbagai akar permasalahan seperti gangguan pencernaan, nyeri sendi,dan sakit tenggorokan bahkan dapat menyebabkan kanker. Dalam studi , ekstrak kencur mampu menghambat mediator inflamasi dalam tubuh dan mengurangi pembengkakan pada hewan yang mendukung penggunaan tradisionalnya untuk meredakan nyeri dan radang.
2. Antioksidan
Antioksidan sangat penting bagi tubuh untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas. Penelitian pada ekstrak etanol kencur menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga kencur berpotensi mendukung daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan sel.
3. Antibakteri
Ekstrak kencur terbukti menghambat beberapa bakteri yang berbahaya untuk infeksi kulit dan jerawat
4. Antikanker
Dalam studi beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa senyawa EPMS pada kencur memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan sel tertentu (Dana et al., 2025)
Mengapa kencur cocok dikembangkan di Indonesia ?
a. Kemudahan dalam budidaya
Kencur dapat tumbuh di iklim tropis dan dapat ditanam pada pekarangan rumah tanpa perawatan khusus
b. Biaya perawatan rendah
Dalam proses budidaya dan pengelolaannya, kencur tidak memerlukan treatment khusus sehingga biaya perawatannya minimal
c. Penggunaan sudah turun temurun
Dalam aplikasinya lebih mudah diterima karena sudah digunakan sejak jaman dulu sehingga sudah banyak dikenal oleh masyarakat
d. Pengembangan ekonomi
Kencur dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir maupun pedesaan.
Cara Sederhana Memanfaatkan Kencur di Rumah:
a. Jamu beras kencur
Bahan : 30-50 g rimpang kencur segar, 2 sdm beras sudah direndam, gula aren sesuai selera dan air secukupnya
Cara : Cuci serta haluskan kencur bersama beras (bisa ditumbuk maupun diblender) kemudian peras dengan air panas, saring dan tambahkan gula aren. Minum dalam keadaan hangat ataupun dingin untuk meredakan batuk ringan dan juga menambah nafsu makan.
b. Ramuan sederhana
Bahan : rimpang kencur diiris tipis
Cara : Rebus air hingga mendidih kemudian masukkan rimpang kencur yang telah diiris selama 10-15 menit. Lalu minum air rebusannya untuk membantu melegakan pernafasan ringan
Cara Menanam Kencur :
Gunakan media tanah gembur dan potongan rimpang sehat sebagai bibit. Kemudian tanam rimpang sekitar 2-3 cm dalam tanah dan beri jarak 20-30 cm antar tanaman. Siram tanaman secara teratur tetapi jangan sampai terlalu banyak air. Untuk pemeliharaannya cukup berikan pupuk organic (bisa pupuk kompos ataupun pupuk kendang) setiap 1-2 bulan. Rimpang siap dipanen setelah 6-10 bulan. Setelah dipanen, simpan rimpang ditempat kering atau masukkan ke dalam kulkas untuk pemakaian selanjutnya.
Tantangan dalam Pengembangan Kencur :
Walaupun kencur memiliki banyak manfaat namun pemanfaatannya tidak bisa sembarangan karena diperlukan adanya standarisasi kandungan aktif. Kadar senyawa aktif dapat berubah-ubah tergantung lokasi dan usia panen. Penelitian klinis terkait kencur masih terbatas. Kandungan aktif pada kencur juga dapat rusak apabila pengeringan, penyimpanan dan ekstraksi tidak tepat
Rekomendasi Untuk Masyarakat :
Kencur dapat digunakan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, misalkan sebagai campuran teh herbal ataupun dikonsumsi dalam bentuk jamu beras kencur.
a. Hindari konsumsi yang berlebihan utamanya bagi ibu yang sedang hamil atau penderita penyakit tertentu
b. Apabila ingin mengonsumsi kencur dalam bentuk kapsul, pilihlah produk yang sudah terstandar.
Kesimpulan :
Kencur adalah contoh nyata bahwa tanaman disekitar kita yaitu dapur memiliki banyak manfaat yang dapat dipergunakan bagi Kesehatan dan juga memiliki nilai ekonomi apabila dikembangkan lebih lanjut. Penelitian dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan bahwa kencur menunjukkan potensi sebagai obat herbal yang aman, efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Daftar Pustaka :
Dana, P., Taweechaipaisankul, A., Wongngam, Y., Sungsuwan, S., Chonniyom, W., Klibaim, S., Tanyapanyachon, P., Rattanatayarom, M., Phoraksa, O., Asawapirom, U., Punnakitikashem, P., Polpanich, D., & Saengkrit, N. (2025). Anti-cancer activity of Kaempferia galanga L.–loaded polydopamine nanoparticles against colorectal cancer. OpenNano, 23. https://doi.org/10.1016/j.onano.2025.100242
Silalahi, M. (2019). KENCUR (Kaempferia galanga) Dan Bioaktivitasnya. Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains, 8(1), 127. Https://Doi.Org/10.31571/Saintek.V8i1.1178
Wahyu Jatmiko, S., & Aisyah, R. (N.D.). Microbial Translocation, Toll-Like Receptor 4, And Kaempferia Galanga As New Perspectives In Dengue Pathogenesis And Therapy: A Review Microbial Translocation, Toll-Like Receptor 4, And Kaempferia Galanga As New Perspectives In Dengue Pathogenesis And Therapy: A Review ` Download (Vol. 17).
Wang, S., Yang, J., Cai, L., Li, H., Han, X., Liu, B., & Wu, J. (2025). Antioxidant Effect of Ethyl Acetate Fraction from Kaempferia galanga L.: Integrated Phytochemical Profiling, Network Analysis, and Experimental Validation. Antioxidants, 14(5). https://doi.org/10.3390/antiox14050551
