Universitas Gadjah Mada Kanal Pengetahuan Farmasi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Obat Alami untuk Indonesia
  • Kaempferia parviflora yang banyak manfaat

Kaempferia parviflora yang banyak manfaat

  • Obat Alami untuk Indonesia, Pusat Informasi Obat dan Farmakologi
  • 23 April 2026, 13.37
  • Oleh: Admin
  • 0

Oleh
Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Mahasiswa Program Doktor Fakultas Farmasi UGM

 

    Kaempferia parviflora Wall. Ex Baker (Zingiberaceae), yang umum disebut sebagai kencur hitam, adalah tumbuhan obat tropis yang tumbuh di banyak lokasi. Tanaman herbal ini telah dipakai dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, untuk berbagai masalah kesehatan seperti antibakteri, peradangan, dan antioksidan [1] [2][3].Tumbuhan ini sejak lama telah dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti luka, disentri, asam urat, alergi, bisul, serta osteoarthritis [4]. Secara empiris, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai penambah imunitas. Berbagai penelitian terbaru membuktikan bahwa tanaman ini memiliki potensi farmakologis yang baik, terutama karena kandungan senyawa aktif seperti methoxyflavones dan kaempferol yang memiliki sifat antioksidan dan antidiabetes [5] [6].

    Kaempferia merupakan kelompok tanaman obat dari keluarga Zingiberaceae, banyak ditemukan mulai dari India hingga Asia Tenggara dan memiliki kandungan terpenoid, flavonoid, fenolik, serta minyak esensial yang melimpah. Namun, beberapa spesies Kaempferia yang kompleks menunjukkan karakteristik morfologis yang serupa, sehingga proses identifikasi dan klasifikasi menjadi cukup penting [7].

    Taksonomi tanaman K. parviflora termasuk dalam genus kaempferia, famili zingiberaceae, zingiberales adalah ordonya, dengan subkelas commelinidae, dan kelas Liliopsida, Magniophyta adalah divisinya, Spermatophyta merupakan superdivisi, Tracheobionta adalah subkingdom, dan Plantae adalah kingdomnya, Spesies: Kaempferia parviflora Wall. ex Baker [8]. Gambar tanaman kencur hitam ada di gambar 1.

                                                   

                                          Gambar 1. Tanaman kencur hitam (A) dan rimpangnya (B) [9]                                                      

    Bubuk dan bibit K. parviflora juga tersedia secara online dengan kisaran harga 480 ribu rupiah sampai dengan 850 ribu rupiah untuk bubuk/serbuknya, sedangkan untuk harga bibitnya juga bervariasi tergantung bentuk dan penjualnya. Harga bibit tanaman ini berkisar mulai dari seribu lima ratus rupiah sampai dengan Rp. 250.000 (besar).

    Kaempferia parviflora merupakan tumbuhan bumbu dan sumber makanan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia, terutama sifat antioksidan dan anti-inflamasi [10]. Banyak penelitian melaporkan manfaat dari Kaempferia parviflora, diantaranya aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, analgesik, anti-inflamasi, antijamur, dan anti-tuberkulosis.

    Studi lain menunjukkan bahwa pemicu sistem kekebalan yang ditunjukkan oleh rimpang K. parviflora sebagian besar berasal dari elemen polisakarida, menandakan kemampuannya sebagai terapi imun alami [11]. Penelitian lain yang melibatkan berbagai tanaman seperti Ziziphus spina-christi, Zingiber officinale, Withania coagulans, Viola odorata, Thymus vulgaris,  Rosa damascena, dedak padi, Quercetin, Delima, Orientin, Zaitun, Nigella sativa, Mentha longifolia, Kaempferia parviflora, Ginkgo biloba, Gardenia jasminoides, Feronia limonia, Curcumin, Cuminum cyminum, Crocus sativus, Centella asiatica, Cassia mimosoides Carnosol, Bacopa monnieri, dan Acanthopanax senticosus menunjukkan perkembangan signifikan terhadap cedera otak [12].

    Para peneliti [13] menguraikan hasil dari studi mengenai karakteristik antivirus (terhadap influenza avian-H5N1) dari ekstrak lima jenis tanaman obat yang berasal dari Asia (Psidium guajava, Kaempferia parviflora, Gynostemma pentaphyllum, Curcuma longa, dan Andrographis paniculata). Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ekstrak berbasis air dan etanol dari seluruh tanaman yang diteliti menunjukkan kemampuan antivirus yang berarti terhadap virus H5N1, namun para penulis berpendapat bahwa C. Longa dan K. parviflora adalah yang paling efektif. Hasil beberapa penelitian terkait aktivitas Kaempferia parviflora tersaji dalam tabel 1.

             

    Kandungan Kaempferia parviflora diketahui adalah flavonoid. Telah banyak aktivitas flavonoid yang dilaporkan, seperti aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, antikanker, perlindungan jantung, dan perlindungan saraf. Senyawa flavonoid ini dapat berinteraksi dengan berbagai target molekuler dan mempengaruhi beraneka proses seluler, yang menawarkan perlindungan terhadap berbagai penyakit manusia, khususnya gangguan degeneratif yang terkait dengan penuaan. Oleh sebab itu, flavonoid dilihat tidak hanya sebagai nutraceutical yang berharga, tetapi juga sebagai kandidat obat baru [17].

    Pengujian terkait kandungan seyawa K. parviflora, menyebutkan aktivitas 7,4′-dimetilapigenin dan 3,5,7-trimetoksiflavon mengurangi aktivitas tirosinase serta jumlah melanin pada sel B16F10 [4]. Komponen minyak esensial Kaempivera parviflora meliputi (dalam %) kamfen (18,03), β-pinena (14,25), α-pinena (12,38), endo-borneol (10,23), β-kopaena (8,38), dan linalool (8,20) [9]. Penelitian [4] menyebutkan hasil isolasi dari fraksi heksan ekstrak metanol mendapatkan enam jenis flavonoid yaitu : 3,7-dimethoxy-5-hydroxyflavone (1), 5-hydroxy-7-methoxyflavone (2), 7,4’-dimethylapigenin (3), 3,5,7-trimethoxyflavone (4), 3,7,4’-trimethylkaempferol (5), and 5-hydroxy-3,7,3’,4’-tetramethoxyflavone (6). Struktur senyawa kandungan Kaempferia parviflora ada pada gambar 2.

             

    Peneliti lain [3] menyebutkan kandungan terbanyak Kaempferia parviflora adalah methoxyflavone (3,5,7,3’,4’-pentamethoxyflavone (PMF), 5,7-dimethoxyflavone (DMF), dan 5,7,4’-trimethoxyflavone (TMF). 5-hydroxy-7-methoxyflavone and 5,7-dimethoxyflavone menghambat Mycobacterium tuberculosis dan Candida albicans.

Kesimpulan

Rimpang kencur hitam dengan nama spesies Kaempferia parviflora dapat digunakan sebagai penambah imunitas dan sebagai antioksidan, yang dapat membantu tubuh dalam menjaga atau mempertahankan kondisi sehatnya. Aktivitas tersebut sudah didukung oleh beberapa penelitian yang telah dipublikasikan.

Pustaka

[1]      M. Lee et al., ‘Antiskin Inflammatory Activity of Black Ginger (Kaempferia parviflora) through Antioxidative Activity’, Hindawi, 2018, doi: 10.1155/2018/5967150.

[2]      P. Wanyo, C. Chomnawang, K. Huaisan, and T. Chamsai, ‘Comprehensive Analysis of Antioxidant and Phenolic Profiles of Thai Medicinal Plants for Functional Food and Pharmaceutical Development’, Plant Foods Hum. Nutr., vol. 79, pp. 394–400, 2024.

[3]      O. Babich, S. Sukhikh, A. Prosekov, L. Asyakina, and S. Ivanova, ‘Medicinal Plants to Strengthen Immunity during a Pandemic’, Pharmaceuticals, vol. 13, no. 313, pp. 1–17, 2020.

[4]      B. Ginger et al., ‘Methoxyflavones from Black Ginger (Kaempferia parviflora Wall. ex Baker) and their Inhibitory Effect on Melanogenesis in B16F10 Mouse Melanoma Cells’, Plants, vol. 12, no. 1183, pp. 1–11, 2023, doi: https://doi.org/10.3390/plants12051183.

[5]      K. Rhizomes, W. Krongrawa, S. Limmatvapirat, S. Saibua, and C. Limmatvapirat, ‘Optimization of Ultrasound-Assisted Extraction of Yields and Total Methoxyflavone Contents from’, Molecules, vol. 27, no. 4162, pp. 1–16, 2022.

[6]      V. Chankitisakul, S. Authaida, W. Boonkum, and S. Tuntiyasawasdikul, ‘Pharmacokinetics and stability of methoxyflavones from Kaempferia parviflora in Thai native roosters’, Front. Vet. Sci., no. April, pp. 1–10, 2025, doi: 10.3389/fvets.2025.1582200.

[7]      P. Wongsuwan, R. Tansawat, P. Khaoiam, P. Rattanakrajang, B. Phokham, and A. Uthairangsee, ‘Integrating untargeted volatile metabolomics and molecular evidence supporting chemotaxonomy in Kaempferia species for more effective identification’, Sci. Rep., pp. 1–14, 2025, [Online]. Available: 10.1038/s41598-025-17869-3 1.

[8]      Muslihudin, ‘Kaempferia parviflora’. https://plantamor.com/species/profile/kaempferia/parviflora (accessed Nov. 23, 2025).

[9]      W.-J. Nguyen, D.M-C., Luong, T-H, Nghiem, T-C., Jung, ‘Chemical composition , antioxidant and antifungal activities of rhizome essential oil of Kaempferia parviflora Wall . ex Baker grown in Vietnam’, J. Appl Biol Chem, vol. 66, no. 3, pp. 15–22, 2023.

[10]    S. Chin and K. Lin, ‘Black ginger (Kaempferia parviflora): A source of functional ingredient for food , nutraceutical and pharmaceutical applications’, Food Chem. Adv., vol. 7, no. April, 2025, doi: 10.1016/j.focha.2025.100980.

[11]    S. Palanisamy, S. You, and J. Kim, ‘International Journal of Biological Macromolecules α -Glucan rich polysaccharide fraction obtained from rhizomes of Kaempferia parviflora (black ginger) exhibits immunostimulatory activity in’, Int. J. Biol. Macromol., vol. 319, no. P2, p. 146027, 2025, doi: 10.1016/j.ijbiomac.2025.146027.

[12]    A. Safdari, M.R., Shakeri, F., Mohammadi, A., Bibak, B., Alesheikh, P., Jamialahmadi, T., Sathyapalan, T. & Sahebka, ‘Role of Herbal Medicines in the Management of Brain Injury’, in Natural Products and Human Diseases, A. Sahebkar and T. Sathyapalan, Eds. Springer Nature, 2022, pp. 287–305.

[13]    B. Sornpet, T. Potha, Y. Tragoolpua, and K. Pringproa, ‘Asian Pacific Journal of Tropical Medicine’, Asian Pac. J. Trop. Med., vol. 10, no. 9, pp. 871–876, 2017, doi: 10.1016/j.apjtm.2017.08.010.

[14]    E. S. Hairunisa, I., Bakar, M.F.A., Da’i., M., Bakar, F.I.A., Syamsul, ‘Cytotoxic Activity, Anti-Migration and In Silico Study of Black Ginger (Kaempferia parviflora) Extract against Breast Cancer Cell’, Cancers (Basel)., vol. 15, pp. 1–16, 2023.

[15]    H. Luyen, V. Hau, T. Dat, T. Van Anh, and D. Huy, ‘Industrial Crops & Products Potential antiaggregatory and anticoagulant activity of Kaempferia parviflora extract and its methoxyflavones’, Ind. Crop. Prod., vol. 192, no. September 2022, p. 116030, 2023, doi: 10.1016/j.indcrop.2022.116030.

[16]    H. L. Nguyen, Q.H. Nguyen, V.P., Nguyen, T.V.A., Le, ‘Tropical Journal of Natural Product Research’, Trop. J. Nat. Prod. Res., vol. 9, no. September, pp. 4214–4219, 2025.

[17]    K. Sak, Fundamentals of Flavonoids and Their Health Benefits. A Textbook for Undergraduate, Graduate, and Postgraduate Students. 2024.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Terkini

  • Kaempferia parviflora yang banyak manfaat
  • Kencur : Warisan Indonesia untuk Kesehatan
  • Kulit Cerah Tanpa Skincare Mahal ? Coba Manfaat Rosella di Rumah!”
  • Losion Jamur Tiram sebagai Terapi Inovatif Dermatitis Atopik
  • Mengenali Kosmetik dan Keamanannya
Universitas Gadjah Mada

Kanal Pengetahuan

Fakultas Farmasi

Universitas Gadjah Mada

Sekip Utara, Yogyakarta 55281

email: kpf.farmasi@ugm.ac.id

© Kanal Pengetahuan Farmasi - Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY