Pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular sering mendapatkan antikoagulan, antiplatelet, ataupun trombolitik. Selain faktor perubahan fisiologi dan penyakit penyerta, pasien usia lanjut dengan polifarmasi berisiko mengalami interaksi obat yang memperburuk efek samping perdarahan akibat penggunaan anticlotting. Interaksi obat dan kejadian perdarahan seharusnya dapat dimonitor dan diidentifikasi secara efisien dengan bantuan medical drug platform, namun karena banyaknya peringatan yang ditampilkan sehingga perlu dilakukan perbandingan database untuk mendeteksi interaksi obat anticlotting. Penelitian ini bertujuan mengetahui database interaksi yang terpercaya, mengetahui persentase interaksi obat anticlotting yang signifikan secara klinik terhadap kejadian perdarahan dan mengetahui hubungan antara interaksi obat anticlotting dengan kejadian perdarahan.
Penelitian diawali dengan kajian ilmiah membandingkan tiga database, dilanjutkan dengan studi kohort retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medik pasien usia mulai 65 tahun di Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta periode Januari – Juni 2024. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, Mann Whitney, dan logistic regression.
Ditetapkan Lexidrug sebagai database interaksi obat. Sampel pada kelompok exposure dan pembanding sebanyak 146 pasien. Sebanyak 53,42% pasien berjenis kelamin laki-laki dengan rerata usia 74,63±6,680 pada kelompok interaksi dan 73,60±7,259 pada kelompok tanpa interaksi. Diperoleh 189 interaksi potensial dengan kejadian perdarahan signifikan secara klinik pada 24 (32,88%) pasien di kelompok exposure. Analisis bivariat menunjukkan interaksi obat anticlotting yang meningkatkan risiko perdarahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian perdarahan dengan nilai p=0,194 (OR=0,573; CI 0,274-1,200). Namun kejadian perdarahan pada kelompok pembanding lebih rendah sejumlah 16 (21,92%) pasien. Variabel perancu jenis kelamin dan usia berpengaruh signifikan terhadap kejadian perdarahan.
Kata Kunci : antitrombotik, geriatri, interaksi obat, kejadian perdarahan, Lexidrug
