Oleh
Dyah Susilowati
Mahasiswa Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi UGM

Mengapa Kulit Cerah dan Sehat Jadi Idaman?
Kulit glowing menjadi dambaan banyak wanita di seluruh dunia karena melambangkan kesehatan, perawatan diri, dan kecantikan alami, serta berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan dalam kehidupan sosial [1] Oleh karena itu, perawatan kulit tidak hanya tentang kecantikan, tetapi juga tentang kualitas hidup dan keseimbangan tubuh serta pikiran. Memiliki kulit cerah, sehat, dan glowing saat ini menjadi salah satu indikator penting terhadap kualitas hidup di era modern saat ini dan menjadi dambaan setiap orang Kulit yang tampak cerah, lembab, elastis dan memberikan warna yang rata bukan hanya masalah estetika, tetapi juga mencerminkan fungsi barrier kulit yang baik, serta sirkulasi dan metabolisme sel yang optimal [2], serta minimnya kerusakan akibat radikal bebas dan inflamasi kronis, paparan sinar UV, polusi udara, stres, pola makan, dan bahan kimia keras dalam kosmetik dapat mempercepat penuaan kulit [3]. Oleh sebab itu banyak masyarakat terutama kaum perempuan yang mengeluh bahwa perawatan kulit seringkali membutuhkan biaya yang besar, mulai dari rangkaian penggunaan skincare hingga perawatan kulit di klinik kecantikan dengan biaya yang mahal [1]. Bahkan beberapa bahan kimia yang digunakan pada produk kosmetik atau perawatan tubuh dapat menembus lapisan pelindung atau barrier kulit dan menyebabkan kerusakan, terutama bila digunakan dalam jangka panjang, dengan dosis yang tinggi, atau pada kulit yang sensitif. Oleh karena itu, penggunaan bahan alami yang aman semakin diminati sebagai alternatif perawatan kulit karena lebih aman, dan minim risiko efek samping. salah satunya adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.), si kelopak merah yang kaya manfaat untuk kecantikan kulit [4].
Rosella dikenal luas di masyarakat sebagai bahan minuman herbal berwarna merah keunguan yang segar dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional [5]. Di balik pemanfaatan minuman tradisional tersebut, penelitian modern menunjukkan bahwa kelopak bunga rosella kaya senyawa bioaktif yang sangat relevan untuk kesehatan kulit. Komponen aktifnya meliputi polifenol terutama antosianin seperti delphinidin-3-O-sambubioside dan cyanidin-3-O-sambubioside, flavonoid seperti gossypetin dan myricetin, serta asam organik khas bernama hibiscus acid, dan vitamin C dengan potensi antioksidan sangat tinggi [2][4] Kombinasi kandungan tersebut memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, anti-aging, brightening, dan proteksi barrier kulit [1]. Selain itu, penelitian oleh [2] menunjukkan bahwa hibiscus acid dari rosella mampu meningkatkan elastisitas kulit dan memperbaiki tanda penuaan, menjadikannya kandidat bahan skincare anti-aging alami yang sangat menjanjikan.
Apa Itu Rosella dan Mengapa Banyak Diteliti?
Rosella adalah bunga berwarna merah keunguan dengan rasa sedikit asam. Warna merahnya berasal dari antosianin, yaitu pigmen yang kuat sebagai antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa rosella kaya akan: Antosianin (delphinidin-3-sambubioside, cyanidin-3-sambubioside), Flavonoid (gossypetin, myricetin), Vitamin C alami, Asam organik seperti hibiscus acid, malic acid, citric acid, Fenolik yang bekerja sebagai antioksidan kuat [6]
Manfaat Rosella untuk Kecantikan Kulit berdasarkan riset ilmiah dan observasi tradisional diantaranya adalah :
Manfaat rosella untuk kecantikan berdasarkan penelitian diantaranya:
- Mencerahkan kulit alami karena kandungan vitamin C merangsang sintesis kolagen dan menyamarkan hiperpigmentasi [7] [3]
- Anti-aging & anti-kerutan, karena antosianin menekan stres oksidatif penyebab kerutan dan rosella memiliki kapasitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan beberapa buah berry [4] [8]
- Menenangkan kulit sensitif dan iritasi berkat efek antiinflamasi terhadap mediator Inflamasi [1] [8]
- Melembapkan dan memperbaiki skin barrier berkat mucilage dan asam organik yang menjaga hidrasi kulit [5] [8]
- Antijerawat & antibacterial, karena rosella menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat seperti Cutibacterium acnes [7]
Rosella dapat dimanfaatkan di rumah melalui produk rumahan seperti toner rosella, masker rosella + madu, dan teh rosella untuk glowing dari dalam
Komponen-komponen ini berperan penting dalam melindungi kulit dari radikal bebas, mencerahkan warna kulit, mengurangi inflamasi, dan memperlambat penuaan.
Cara Memanfaatkan Rosella di Rumah untuk Kulit Cerah dan Sehat
1. Toner Rosella Homemade
Bahan: 5–7 kelopak rosella kering ditambah 200 ml air panas
Cara membuat:
Seduh rosella 10–15 menit, saring, dinginkan, simpan di kulkas.
Cara pakai: Gunakan sebagai toner malam hari.
Manfaat:
Mencerahkan, mengecilkan pori, menenangkan kemerahan [8][1][7]
2. Masker Rosella + Madu
Bahan:
1 sdt bubuk rosella + 1 sdt madu + sedikit air hangat
Cara pakai:
Oleskan 10–15 menit.
Manfaat:
Glowing, lembap, menenangkan iritasi [3][9][7]
3. Scrub Bibir Rosella
Campurkan bubuk rosella + gula halus + madu.
Membuat bibir cerah, lembut, dan tidak pecah-pecah [8]
4. Face Mist Rosella
Seduhan rosella + aloe vera gel (sedikit).
Semprotkan saat wajah terasa kering untuk efek segar dan glowing natural [8]
Rosella apakah aman untuk semua jenis kulit ?
Jawabannya adalah secara umum rosella aman untuk digunakan pada kulit normal, berminyak, maupun kering. Namun untuk kulit yang sangat sensitif, lakukan uji coba di area kecil dulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Bagi ibu hamil, penderita tekanan darah rendah, atau pengguna obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum dikonsumsi secara rutin [7]
Kesimpulan
Berdasarkan berbagai penelitian, rosella merupakan bahan alami yang memiliki potensi besar untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Kandungan antioksidan, flavonoid, dan asam organiknya dapat membantu mencerahkan kulit, melindungi dari radikal bebas, meredakan peradangan, menjaga hidrasi, hingga memperlambat penuaan semuanya bisa dilakukan hanya dengan perawatan sederhana di rumah. Dengan manfaat sebesar ini, rosella bisa menjadi alternatif alami dan terjangkau bagi siapa pun yang ingin memiliki kulit cerah dan sehat tanpa perlu skincare mahal.
Daftar Pustaka
[1] W. Zhang et al., “Inhibition of TNF-α/IFN-γ-induced inflammation in HaCaT Cell by roselle (Hibiscus sabdariffa L.) extractions,” Food Biosci., vol. 60, no. March, 2024, doi: 10.1016/j.fbio.2024.104432.
[2] D. Wang, M. Nagata, M. Matsumoto, Y. Amen, D. Wang, dan K. Shimizu, “Potential of Hibiscus sabdariffa L . and Hibiscus Acid to Reverse Skin Aging,” Molecules, vol. 27, no. 18, hal. 6076, 2022.
[3] N. Munkong et al., “Hibiscus sabdariffa L. (Roselle flower) extract exerts protective effects against lipopolysaccharide-induced inflammation by ameliorating TLR4/NF-κB and NLRP3 inflammasome activation,” Inflammopharmacology, vol. 33, no. 7, hal. 4077–4096, 2025, doi: 10.1007/s10787-025-01783-1.
[4] M. U. Ijaz et al., “Gossypetin mitigates doxorubicin-induced nephrotoxicity: A histopathological and biochemical evaluation,” J. King Saud Univ. – Sci., vol. 35, no. 7, 2023, doi: 10.1016/j.jksus.2023.102830.
[5] A. V. Nguyen dan A. M. Soulika, “The dynamics of the skin’s immune system,” Int. J. Mol. Sci., vol. 20, no. 8, hal. 1–53, 2019, doi: 10.3390/ijms20081811.
[6] B. Hamrita et al., “Phytochemical Analysis, Antioxidant, Antimicrobial, and Anti-Swarming Properties of Hibiscus sabdariffa L. Calyx Extracts: In Vitro and In Silico Modelling Approaches,” Evidence-based Complement. Altern. Med., vol. 2022, 2022, doi: 10.1155/2022/1252672.
[7] W. Zhang et al., “Food Bioscience Inhibition of TNF- α / IFN- γ -induced inflammation in HaCaT Cell by roselle ( Hibiscus sabdariffa L .) extractions,” Food Biosci., vol. 60, no. March, hal. 104432, 2024, doi: 10.1016/j.fbio.2024.104432.
[8] K. Chester, S. Zahiruddin, A. Ahmad, W. Khan, S. Paliwal, dan S. Ahmad, “Bioautography-based Identification of Antioxidant Metabolites of Solanum nigrum L. and Exploration Its Hepatoprotective Potential agChester, K. et al. (2017) ‘Bioautography-based Identification of Antioxidant Metabolites of Solanum nigrum L. and Explorati,” Pharmacogn. Mag., vol. 13 (Suppl, no. 62, hal. 179–188, 2017, doi: 10.4103/pm.pm.
[9] I. Sadowska-Bartosz dan G. Bartosz, “Antioxidant Activity of Anthocyanins and Anthocyanidins: A Critical Review,” Int. J. Mol. Sci., vol. 25, no. 22, 2024, doi: 10.3390/ijms252212001.
